Home Blog

Badan Perjuangan Milik Swasta (Bums)

0

Badan Usaha MilikSwasta atau sanggup disingkat BUMS ialah tubuh perjuangan yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh swasta dan berikut ini pembahasannya.

Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) sanggup dibedakan sebagai berikut:

 

a.  Perusahaan Perorangan disingkat Po
Perusahaan jenis ini dimiliki, diawasi oleh seseorang, dan orang tersebut memperoleh semua laba dan menanggung risiko yang terjadi.

 

b.  Firma disingkat Fa
Firma ialah suatu komplotan anggota firma untuk menjalankan perusahaan atas nama bersama.

 

c.  Persekutuan komanditer atau Commanditaire Vennotschap disingkat CV
Persekutuan komanditer ialah suatu bentuk perjanjian bersama untuk berusaha bersama antara orang-orang yang bersedia memimpin perusahaan dan bertanggung jawab penuh dengan kekayaan pribadinya dengan orang-orang yang tidak bersedia memimpin perusahaan dan bertanggung jawab terbatas pada kekayaan yang diikutsertakan dalam perusahaan tersebut.

 

d.  Perseroan Terbatas disingkat PT
Jenis perusahaan ini sering pula dikenal dengan corporation (Co), limited (Ltd), atau Naamloze Vennotscap (NV).

 

3 Prinsip Akuntansi dan Penjelasannya

0

Prinsip Akuntansi – Akuntansi secara umum mempunyai beberapa prinsip penting, yaitu sebagai berikut :  Prinsip Entitas Bisnis (Bussiness Entity), Prinsip Objektivitas, dan Prinsip Biaya (Cost) . 

Berikut ini pembahasan lebih lengkap mengenai Prinsip Akuntansi:
 

1. Prinsip Entitas Bisnis (Bussiness Entity).
 Entitas Bisnis yaitu segala sesuatu yang berafiliasi dengan keuangan yang menyangkut suatu kesatuan usaha, dihentikan dicampur dengan kesatuan perjuangan lain atau dengan pemiliknya, dan sebaliknya.

 

2. Prinsip Objektivitas
 Objektivitas mempunyai maksud bahwa catatan dan laporan akuntansi harus menurut pada data yang mampu mendapatkan amanah sebagai laporan yang menyajikan isu yang sempurna dan berguna. 

3. Prinsip Biaya (Cost)

Cost artinya bahwa tetapkan bahwa harta atau jasa yang dibeli atau diperoleh dicatat atas dasar biaya yang bahu-membahu disepakati dalam transaksi.

3 Jenis Badan Usaha di Indonesia

0

Jenis Badan Usaha – Dalam perekonomian negara kita terdapat beberapa jenis tubuh perjuangan yang biasa kita kenal, antara lain: Badan Usaha Koperasi, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta Badan Usaha Milik Swasta (BUMS). Berikut ini akan kita bahas secara lebih lengkap wacana masiing-masing jenis tubuh usaha yang kita kenal, yaitu sebagai berikut:

 

1.  Badan Usaha Koperasi
Menurut UU No. 25 Tahun 1992, tubuh perjuangan koperasi ialah tubuh perjuangan yang beranggotakan orang perorang atau tubuh aturan koperasi dengan melandaskan kegiatannya menurut prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.

 

2.  Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ialah tubuh perjuangan yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara pribadi yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan dan jumlah pemegang sahamnya memenuhi kriteria tertentu atau persero yang melaksanakan penawaran umum sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

 

3.  Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)
Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) ialah tubuh perjuangan yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh swasta.

 

a.  Perusahaan Perorangan disingkat Po
Perusahaan jenis ini dimiliki, diawasi oleh seseorang, dan orang tersebut memperoleh semua laba dan menanggung risiko yang terjadi.
b.  Firma disingkat Fa
Firma ialah suatu komplotan anggota firma untuk menjalankan perusahaan atas nama bersama.
c.  Persekutuan komanditer atau Commanditaire Vennotschap disingkat CV Persekutuan komanditer ialah suatu bentuk perjanjian bersama untuk berusaha bersama antara orang-orang yang bersedia memimpin perusahaan dan bertanggung jawab penuh dengan kekayaan pribadinya dengan orang-orang yang tidak bersedia memimpin perusahaan dan bertanggung jawab terbatas pada kekayaan yang diikutsertakan dalam perusahaan tersebut.
d.  Perseroan Terbatas disingkat PT
Jenis perusahaan ini sering pula dikenal dengan corporation (Co), limited (Ltd), atau Naamloze Vennotscap (NV).

 

8 Jenis Pengangguran

0

Pengangguran ialah orang yang tidak mempunyai pekerjaan atau orang yang sedang mencari pekerjaan. Penganggur semacam ini dikategorikan sebagai penganggur terbuka.

 

Jenis Pengangguran berdasarkan penyebabnya dibedakan menjadi:

 

a.    Pengangguran Normal
Pengangguran normal ialah pengangguran sementara yang terjadi lantaran adanya impian pekerja untuk memperoleh pekerjaan yang lebih baik.
b.    Pengangguran Struktural
Pengangguran struktural ialah pengangguran yang terjadi lantaran perubahan dalam struktur atau komposisi perekonomian.
c.    Pengangguran Friksional
Jenis Pengangguran yang terjadi lantaran kesulitan temporer dalam mempertemukan pencari kerja dan kesempatan kerja yang tersedia akhir terbatasnya gosip kerja atau ada gosip kerja, tetapi tidak sanggup tersampaikan pada pencari kerja.
d.    Pengangguran Teknologi
Pengangguran yang disebabkan oleh penggunaan mesin dan kemajuan teknologi disebut pengangguran teknologi.
e.    Pengangguran Musiman
Pengangguran yang terjadi lantaran adanya perubahan ekspresi dominan yang memaksa tenaga kerja tidak sanggup bekerja.

 

 

Jenis Pengangguran berdasarkan lamanya jam kerja, dibedakan menjadi:

 

a.    Pengangguran Terbuka
Pengangguran terbuka terjadi lantaran pertambahan lowongan pekerjaan lebih rendah dari pertambahan tenaga kerja.
b.    Pengangguran Tersembunyi
Pengangguran yang terjadi lantaran kelebihan tenaga kerja dalam aktivitas produksi semacam disebut pengangguran tersembunyi.
c.    Setengah Pengangguran
Setengah pengangguran ialah pengangguran yang terjadi lantaran tenaga kerja bekerja di

 

bawah jam kerja normal atau bekerja penuh waktu, tetapi produktivitasnya rendah.

 

Dampak Pengangguran terhadap Pembangunan Ekonomi adalah:

a.    rendahnya pendapatan nasional;
b.    rendahnya tingkat kemakmuran nasional;
c.    rendahnya tingkat akumulasi modal;
d.    rendahnya pertumbuhan ekonomi;
e.    rendahnya kualitas hidup;
f.     meningkatnya tindak kriminal;
g.    rendahnya stabilitas nasional.

 

Upaya Pemerintah dalam Mengatasi Pengangguran

 

a.    melakukan penanaman modal;
b.    membuka lowongan kerja untuk mengurangi
c.    pengangguran;
d.    program pendidikan dan pembinaan kerja;
e.    melatih penduduk untuk berjiwa wirausaha.
  

 

 

Kelangkaan Sumber Daya (Scarcity)

0

Sumber daya yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan sangat terbatas. Kalaupun sumber daya dapat diperbarui, hal itu memerlukan waktu yang sangat lama sehingga tidak dapat mengejar kebutuhan manusia yang semakin bertambah. Sumber daya memiliki sifat-sifat khusus, yaitu merupakan barang langka (scarce) karena jumlahnya terbatas, dapat dipakai dalam penggunaan yang berbeda, dan dapat dikombinasikan dalam berbagai perbandingan untuk menghasilkan barang tertentu.

Hal di atas menyebabkan manusia dituntut untuk menggunakan sumber- sumber daya tersebut secara cermat dan tepat serta harus tunduk kepada Hukum Kelangkaan (The Law of Scarcity), yang menyatakan bahwa untuk memenuhi kebutuhan tertentu orang harus mengorbankan sesuatu yang lebih dahulu.

Pengertian Masalah Ekonomi

0
Masalah ekonomi adalah kesenjangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas sedangkan alat pemuas kebutuhannya terbatas.
 

Manusia sering mengeluhkan hidupnya memiliki banyak sekali masalah. Tidak seorang pun yang hidup di dunia ini yang tidak memiliki masalah baik masalah kecil maupun masalah yang besar yang dapat mengancam kehidupannya. Apakah yang menyebabkan permasalahan itu timbul? Bagaimana cara mengatasinya?

Untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut kita harus mengetahui apa yang dimaksud dengan masalah. Para ahli mengartikan bahwa masalah adalah kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Jadi, semakin banyak kita memiliki harapan, semakin banyak pula harapan yang mungkin tidak terkabul. Hal tersebut yang biasanya akan menimbulkan masalah.

Begitu juga secara ekonomi. Manusia secara alami memiliki banyak sekali kebutuhan yang harus dipenuhi, namun di sisi lain alat pemuas kebutuhan tersebut sangat terbatas. Dari kesenjangan itulah kemudian timbul masalah ekonomi.

Tidak setiap masalah berdampak negatif bagi kita. Masalah ekonomi memacu kita untuk dapat menyelesaikannya dan mendorong untuk memanfaatkan seluruh potensi diri dan lingkungannya. Hal ini yang akan membawa bangsa kita pada kemajuan. Walaupun demikian, jika kita salah memanfaatkan seluruh potensi tersebut, hal itu dapat juga membawa ke arah kehancuran.

Golongan Penjual Dan Pembeli (Sub Marginal, Marginal, Super Marginal)

0

Golongan Penjual dan PembeliKonsumen (pembeli) dan Produsen (penjual) sanggup digolongkan/dikelompokkan masing-masing menjadi tiga macam: Pembeli Marginal, Pembeli Marginal, Pembeli Sub Marginal. Golongan Penjual: Penjual Super Marginal, Penjual Marginal, Penjual Sub Marginal

Di lain pihak ada penjual yang tidak sanggup menjual barangnya, lantaran bila mengikuti harga pasar akan rugi.
Golongan Penjual dan PembeliOleh lantaran itu, pembeli dan penjual digolongkan masing-masing menjadi tiga macam. 

a.Golongan Pembeli 

1)Pembeli marjinal, yaitu pembeli yang mempunyai tenaga beli sama dengan harga pasar.
2)Pembeli supermarjinal, ialah pembeli yang mempunyai tenaga beli di atas harga pasar. Pembeli ini mempunyai kelebihan kesediaan untuk membayar harga barang yang ada di pasar atau mereka yang mendapatkan premi konsumen (Consumer’s Rent). .
3)Pembeli submarjinal, ialah pembeli yang mempunyai tenaga beli di bawah harga pasar. Pembeli ini tidak sanggup ikut serta membeli barang.

b.Golongan Penjual 

1)Penjual marjinal, ialah penjual yang mempunyai harga pokok sama dengan harga pasar. 
2)Penjual supermarjinal, ialah penjual yang mempunyai harga pokok di bawah harga pasar.
3)Penjual submarjinal, ialah penjual yang mempunyai harga pokok di atas harga pasar. Kurva golongan pembeli dan penjual.

 

11 Jenis Produk Perbankan: Kredit Aktif Dan Kredit Pasif

0

Jenis Produk Perbankan – Jenis Produk Perbankan meliputi: Kredit Aktif dan Kredit Pasif.

 
1. Kredit Pasif, yaitu bank mendapatkan simpanan dari masyarakat pemilik dana, diantaranya:
  1. Demand deposit (giro), dibukukan oleh bank dalam bentuk rekening koran atas namaperorangan atau perusahaan. Pengambilannya memakai Cek atau Bilyet Giro.
  2. Time deposit, simpanan di bank yang berjangka waktu (1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan).
  3. Saving deposit (tabungan), simpanan pada bank yang penarikannya berdasarkan
    persyaratan yg telah disepakati.
  4. Sertifikat deposito, bukti bahwa nasabah telah mendepositokan uang di bank.
  5. Deposit on call, jenis tabungan tetap yang sanggup diambil sesudah ada pemberitahuan terlebih dahulu dari penabung.
  6. Deposit automatic roll over, jenis deposit yang jika uangnya tidak diambil hingga batas waktu jatuh tempo, maka akan di perpanjang dan bunganya eksklusif dihitung secara otomatis.Aliran dana dari masyarakat yang masuk ke bank disebut kredit pasif. Dan dana yang digunakan masyarakat untuk aktivitas produksi kredit aktif.
    Giro Bilyet yaitu surat perintah nasabah kepada bank untuk memindahkan sejumlah uang dari rekeningnya ke rekening nasabah lain yang ditunjuk.
2. Kredit Aktif, yaitu kiprah bank memberi kredit kepada masyarakat, melaksanakan pembelian surat-surat berharga dan penyertaan pada perusahaan-perusahaan. Diantaranya:
  1. kredit rekening koran (R/K), kredit yang diberi sesuai kebutuhan
  2. kredit reimburs (letter of credit)
  3. kredit aksep, diberikan oleh bank dengan cara menandatangani aksep yang ditarik nasabah, sesudah itu nasabah sanggup menjualnya
  4. kredit dokumenter, diberikan oleh bank atas jaminan dokumen yang diserahkan nasabah.
  5. kKredit dengan jaminan surat-surat berharga

Pengertian Inflasi, Jenis, Teori, Efek Dan Cara Mengatasi Inflasi

0

PENGERTIAN INFLASI, JENIS INFLASI, TEORI INFLASI, DAMPAK INFLASI DAN CARA MENGATASI INFLASI


1.    PENGERTIAN INFLASI
Inflasi yaitu suatu keadaan di mana tingkat harga secara umum (price level) cenderung naik. .
2.   PENYEBAB INFLASI.
  • Kenaikan undangan melebihi penawaran atau  di atas kemampuan berproduksi (Demand Pull Inflation)
  • Kenaikan biaya produksi (Cost Push Inflation)
  • Meningkatnya jumlah uang yang berdar dalam masyarakat
  • Berkurangnya jumlah barang di pasaran
  • Inflasi dari luar negeri (imported inflation)
  • Inflasi dari dalam negeri (domestic inflation)
 3. JENIS-JENIS INFLASI
  • Inflasi ringan, inflasi di bawah 10% per tahun (belum mengganggu aktivitas perekonomian suatu Negara dan masih sanggup dengan gampang untuk dikendalikan)
  • Inflasi sedang, inflasi atnara 10% – 30% per tahun (Belum membahayakan, tetapi sudah menurunkan kesejahteraan masyarakat yang berpenghasilan tetap)
  • Inflasi berat, inflasi antara 30% – 100% per tahun (Sudah mengacaukan perekonomian lantaran orang cenderung enggan menabung dan lebih bahagia menyimpan barang)
  • Inflasi sangat berat atau hiperinflasi, inflasi di atas 100% per tahun (Mengacaukan aktivitas perekonomian suatu Negara dan sulit untuk dikendalikan / diatasi)
4.  TEORI INFLASI
 
a. Teori Kuantitas 
Adalah suatu teori yang mengemukakan bahwa terjadinya inflasi itu bahwasanya hanya disebabkan oleh satu faktor, yaitu kenaikan jumlah uang yang beredar (JUB)
b. Teori Keynes

Teori Keynes mengenai inflasi didasarkan pada teori makronya. Menurut teori Keynes inflasi terjadi lantaran suatu masyarakat ingin hidup di luar batas kemampuan ekonominya.
c. Teori Strukturalis.
Teori strukturalis yaitu teori inflasi jangka panjang lantaran menyoroti sebab-sebab inflasi yang berasal dari kekakuan (inleksibilitas) struktur ekonomi suatu Negara. Menurut teori ini ada 2 ketegaran (kekakuan) utama dalam perekonomian Negara sedang berkembang yang sanggup menyebabkan inflasi, yaitu : Ketegaran suplai materi makanan dan barang-barang ekspor

5. CARA MENGATASI INFLASI.

 
a. Kebijakan Moneter artinya mensugesti jumlah uang yang beredar
  • Politik diskonto atau suku bunga  (Discount Policy), menaikkan suku bunga
  • Politik pasar terbuka (Open market policy), menjual surat berharga
  • Politik pagu kredit atau pembatasan kredit (Plafon credit policy), membatasi proteksi pinjaman
  • Politik uang ketat (Tight money policy), mengurangi jumlah uang yang beredar
  • Politik cadangan kas atau giro wajib minimum (cash ratio poticy), menaikkan cadangan kas 
b. Kebijakan Fiskal artinya kebijakan mengatur pendapatan dan pengeluaran negara (APBN)
    a. Mengurangi pengeluaran negara
b. Penghematan pengeluaran pemerintah (disesuaikan dengan rencana)
c. Pengurangan utang luar negeri
d. Menaikkan atau mengefektifkan pajak
 
c. Kebijakan non moneter dan non fiskal
  • Peningkatan produksi dan peningkatan jumlah barang di pasaran
  • Kebijakan upah dengan menaikkan upah riil yang sudah memperhitungkan inflasi
  • Pengendalian dan pengawasan harga, contohnya pemerintah tetapkan kebijakan harga maksimum
6.  DEFLASI
Deflasi merupakan suatu keadaan di mana tingkat harga secara umum mengalami penurunan. Keadaan harga barang sanggup mengalami kenaikan dan penurunan, dimana ternyata dari hasil perhitungan diketahui bahwa sebagian besar barang mengalami penurunan harga dan sebagian yang lain mengalami kenaikan, maka terjadi deflasi. 
 
7. DAMPAK INFLASI TERHADAP PEREKONOMIAN
  • Terhambatnya pertumbuhan ekonomi negara, lantaran berkurangnya investasi dan berkurangnya minat menabung.
  • Masyarakat yang berpenghasilan rendah tidak sanggup menjangkau harga barang, lantaran harga barang mengalami kenaikan.
  • Jika terdapat kebijakan untuk mengurangi inflasi, maka akan terjadi pengangguran, lantaran pemerintah berusaha untuk menekan harga.
  • Masyarakat akan cenderung untuk menyimpan barang daripada menyimpan uang.
  • Nilai mata uang turun, lantaran adanya kenaikan harga barang.

 

4 Jenis Aktivitas Ekonomi

0

Jenis Kegiatan Usaha Dan Kegiatan Ekonomi di Indonesia – Materi berikut ini akan membahas tentang Jenis Kegiatan Usaha Dan Kegiatan Ekonomi di Indonesia

 

1.Jenis-Jenis Usaha Dalam Bidang Ekonomi
a. Agraris
Usaha dalam bidang agraris memakai lahan tanah sebagai faktor produksi utama. Misalnya pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.
Bidang agraris sanggup menghasilkan materi pangan menyerupai padi, sayur, daging, ikan dan susu. Bidang ini juga sanggup menghasilkan materi baku industri menyerupai tebu, cokelat kelapa sawit dan kapas.
 
b. Industri
Usaha bidang industri merupakan jenis perjuangan yang mengola materi mentah menjadi materi jadi, materi mentah menjadi materi setengah jadi, dan materi setengah jadi menjadi materi jadi.
  • Bahan mentah ialah materi yang perlu diolah dulu semoga sanggup memenuhi kebutuhan, contohnya kapas dan kayu gelondongan.
  • Bahan setengah jadi ialah hasil olahan dari materi mentah tapi masih perlu diolah lagi semoga siap digunakan, rujukan benag bagi industri tekstil dan tepung bagi industri roti.
  • Bahan jadi ialah hasil selesai proses pengolahan yang sudah siap untuk digunakan, contohnya baju, sepeda dan televisi. Contoh Industri kecil : pengrajin sepatu, mebel, alat-alat rumah tangga, dan tahu tempe.  Contoh Industri besar: perusahaan tekstil, mobil, semen dan elektronik.
c. Perdagangan
Usaha dalam bidang perdagangan ialah jenis perjuangan menjual barang-barang produksi kepada pihak lain tanpa mengola materi tersebut. Misalnya pedagang beras, materi bangunan dan makanan.
 
d. Jasa
Usaha bidang jasa ialah jenis perjuangan yang tidak menghasilkan benda melainkan menawarkan pelayanan kepada pihak lain sesuai kebutuhan. Misalnya guru, dokter dan paramedis.